Trik Mempercepat Kinerja USB Flash Drive dan Membuatnya Tahan Lama

By | May 21, 2011

Jarang ada yang membahas bagaimana memastikan agar USB Flash Disk (UFD) Anda yang baru dibeli tidak cepat mati pada saat digunakan beberapa minggu pertama. Maka pada artikel ini, saya akan membagi trik untuk mempercepat kinerja UFD Anda, sekaligus mencegahnya cepat rusak.

Ketahanan UFD itu sendiri ada 2 macam yaitu ketahanan jangka pendek dan ketahanan jangka panjang. Apabila melanggar aturan seperti yang akan dibahas di bawah ini untuk jangka pendek dan jangka panjang secara konstan, maka siap-siap saja untuk memperbaiki flash disk Anda (RMA). Ketahanan jangka panjang memengaruhi bagaimana flash disk dapat bertahan selama bertahun-tahun, sehingga apabila Anda melanggar tindakan seperti di bawah ini, tidak akan langsung berpengaruh namun tentu saja akan mengurangi umur flash disk itu sendiri.

Catatan: tidak selamanya peraturan ini sepenuhnya benar dan ada beberapa pengecualian untuk tiap aturan.

Untuk ketahanan UFD dalam jangka pendek, lakukan langkah-langkah berikut:
1. Pastikan menggunakan program untuk meng-format low-level bawaan dari pabrik pembuat UFD Anda SECUKUPNYA. Jangan berlebihan dalam menggunakannya, karena akan berdampak pada kecepatan flash disk itu malah akan turun drastis. Jika tidak disediakan program bawaan, Anda juga dapat menggunakan program dari pihak ketiga, seperti SDcard formatter.
2. Jangan pernah memformat UFD dimana masih terdapat data didalamnya. Hal ini nampak seperti jalan pintas untuk membersihkan dengan cepat dan melewati proses menghapus setiap data yang melelahkan. Jadi, hapus seluruh data lalu format dengan program format dari pabrik pembuat flash disk Anda.
3. Selalu gunakan fitur Safely Remove Hardware pada Windows untuk melepaskan flash disk sebelum mencabutnya. Hal ini berguna untuk Windows apabila UFD anda menggunakan aturan Performance dan bukan Quick Removal.
4. Sambungkan flash disk hanya jika dibutuhkan. Jangan menyambungnya terus menerus selama 24 jam sehari karena berpotensi menimbulkan banyak kerusakan.

Untuk ketahanan UFD dalam jangka panjang, lakukan langkah-langkah berikut:
1. Jangan menaruh pagefile atau cache readyboot Windows pada flash disk, kecuali jika diperlukan. Melakukan itu sama saja dengan mengurangi umur UFD karena keterbatasan siklus penulisannya.
2. Minimumkan siklus koneksi-diskoneksi. Konektor USB-A, yang biasa digunakan pada UFD untuk terhubung ke PC, standarnya memiliki siklus koneksi-diskoneksi sebanyak 5000 siklus. Namun, harap dicatat bahwa tidak semua pabrikan mematuhi standar tersebut sehingga bisa jadi angkanya lebih kecil.
3. Gunakan sistem file FAT32 atau exFAT. NTFS sebaiknya tidak digunakan karena memiliki overhead yang meningkatkan jumlah siklus penulisan ke UFD.

Penyebab umum rendahnya kinerja UFD antara lain seperti berikut:
1. Pengaturan ukuran allocation unit yang tidak benar. Hal ini berlaku juga untuk SD card. Fitur format Windows bawaan tidak mengatur ukuran allocation unit yang benar, jangan pernah menggunakan pengaturan default (4 Kbytes). Disarankan untuk menggunakan 32 Kbytes. Jangan pernah memformat UFD dengan ukuran allocation unit lebih rendah dari 16 Kbytes, karena akan mengurangi kinerja UFD itu. Untuk memformat UFD Anda dapat menggunakan program SDcard formatter, yang dapat digunakan juga pada UFD. Program ini otomatis akan mengatur ukuran allocation unit yang benar.

exFAT adalah format yang paling cepat saat ini, namun FAT32 menang dalam segi kompatibilitas dengan sistem operasi lama (seperti Windows NT/2000/XP ke bawah). Jika ingin menggunakan format exFAT, setelah Anda memformat dengan SDcard org formatter, gunakan fitur Windows format lalu pilih exFAT sebagai formatnya dan secara manual atur ukuran allocation unit.

2. Kecepatan USB 2.0 teorinya sebesar 480 Mbps. Ini adalah hal yang benar jika kita membicarakan transfer satu arah saja. Pada kenyataannya, perintah dikirimkan 2 arah, selain itu juga ada latency yang terlibat, sehingga kecepatan akhirnya terbatas pada sekitar 240 Mbps.

3. Kecepatan USB 2.0 sebesar 480 Mbps adalah untuk setiap pengontrol (controller), bukan setiap hub (penghubung). Jika Anda memiliki alat USB lainnya pada hub yang sama, maka bandwidth akan dibagi. Dalam kebanyakan kasus, 2 port disambungkan dengan 1 hub, atau pada banyak motherboard seluruh port pada bagian belakangnya mungkin tersambung pada hub yang sama.

4. Format USB 3.0 yang baru hanya akan bekerja pada kecepatan USB 3.0 jika dihubungkan pada port USB 3.0, dimana dalam hal ini controller USB 3.0 tidak memiliki alat USB 2.0/1.1/1.0 yang sedang terhubung (karena ini akan membuat kecepatan USB 3 kembali pada kecepatan yang lebih lambat). Kabel yang digunakan juga harus spesifik berupa USB 3.0, karena ada konektor ekstra untuk medapatkan transfer 2 arah, namun kompatibel dengan USB 2.0.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *