Untuk seorang system administrator, bekerja dengan ‘layar hitam’ memiliki keasikan tersendiri. Bagi yang sudah terbiasa dengan GUI, bekerja melalui terminal akan cukup menyiksa dan terkesan
Category: BSD
Barkeley System Distribution
Salah satu kendala yang biasa ditemukan dalam dunia opensource adalah masalah driver yang tidak di support secara default oleh vendor pembuat hardware. Contohnya saja, beberapa waktu yang lalu saat menginstall PC-BSD 9.2 pada lenovo Ideapad Z480 yang menggunakan hardware WIFI dengan chipset broadcom 4313 saya mengalami kendala mengaktifkan koneksi WIFI saja.
Berbeda dengan FreeBSD yang menawarkan Zillion File System (ZFS) sebagai pilihan file sistem selain UFS (Unix File System), DragonflyBSD menawarkan file sistem HAMMMER sebagai alternatif dari UFS. Jika pada saat proses instalasi HAMMER menjadi pilihan file sistem yang digunakan, maka anda akan mendapatkan sistem dengan konfigurasi disk seperti ini (gunakan perintah df -h untuk mendapatkan tampilan seperti gambar) :
Sabtu 9 November 2013 menjadi hari yang tidak bisa saya lupakan, karena pada hari tersebut saya berhasil dengan sengaja(tidak sengaja juga seh) memformat harddrive si jagur Ideapad Z480 saya. Jadi ceritanya, Sebagai persiapan untuk sertifikasi BSDA saya ingin kembali ngoprek BSD. Sebenarnya saya punya beberapa server FreeBSD yang bisa saya jadikan sebagai lahan pembelajaran. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya saya memutuskan untuk menginstall PC-BSD saja sekalian test dual boot PC-BSD dan Win7. Setelah baca-baca dual booting PC-BSD dan Win7 tampaknya tidak sulit, jadi langsung saja saya burn ISO PC-BSD 9.1 dan menyediakan space kosong sebesar 100GB untuk partisi PC-BSD.
Diantara semua keluarga OS BSD, DragonflyBSD adalah sistem operasi yang paling asing bagi saya dalam artian saya tidak pernah “nyicip” sekalipun, kecuali hari ini. Berhubung
Sudah dua hari ini server mengalami serangan DOS TCP SYN FLOOD, dan kemarin sempat nge-drop sebentar. Syukurlah tidak sampai beberapa jam server kembali up. Penyebab pastinya tidak tahu, tapi serangan mulai datang ketika saya merubah settingan file /etc/hosts.allow dengan menambaahkan baris :
Akhir-akhir ini, server jasaIT suka tiba-tiba mati sendiri httpd-nya. Pada awalnya, saya tidak ‘ngeh’ juga karena di lihat dari error log maupun access log tidak menunjukan tanda-tanda aneh yang cukup berarti.
